Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menargetkan pembangunan 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Target tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan nasional yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Menurut Kapolri, hingga pertengahan tahun 2026 Polri telah mengembangkan 1.376 SPPG di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, 172 unit berada dalam tahap persiapan operasional, sedangkan 468 lainnya masih dalam proses pembangunan, termasuk 33 SPPG yang dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga: Brasil Taklukkan Jepang 2-1, Amankan Tiket ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Apabila seluruh fasilitas tersebut telah beroperasi, SPPG Polri diproyeksikan mampu melayani sekitar 3,44 juta masyarakat di berbagai daerah. Selain mendukung pemenuhan gizi, keberadaan SPPG juga diperkirakan dapat menyerap sekitar 68.000 tenaga kerja sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kapolri menjelaskan bahwa pembangunan SPPG merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam menyukseskan program prioritas pemerintah. Dengan memperluas jumlah dapur MBG, Polri berharap layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.
Selain membangun SPPG, Polri juga memperkuat ekosistem ketahanan pangan melalui pembinaan kelompok tani, dukungan pembiayaan usaha, serta pembangunan gudang penyimpanan hasil pertanian. Langkah tersebut dilakukan agar rantai pasok bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara berkelanjutan dan melibatkan petani, peternak, UMKM, serta koperasi lokal.
Baca Juga: Presiden Lee Jae Myung Perintahkan Investigasi Kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Untuk menjamin kualitas layanan, setiap SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat. Seluruh proses produksi hingga distribusi makanan diawasi agar memenuhi persyaratan higiene, sanitasi, keamanan pangan, serta sertifikasi yang berlaku. Polri juga mulai memanfaatkan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam operasional dapur sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan.
Kapolri menegaskan bahwa target pembangunan 1.500 SPPG merupakan wujud dukungan nyata Polri terhadap visi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Melalui perluasan layanan pemenuhan gizi dan penguatan ketahanan pangan nasional, Polri berharap program tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
source: Dukung MBG, Kapolri Targetkan Pembangunan 1.500 SPPG Tahun Ini












